Lumajang, Memo Timur_Dua menteri dijadwalkan akan mengunjungi Desa Ranupane Kecamatan Senduro, Sabtu pagi (30/4). Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya akan menghadiri acara Jambore Sapu Gunung dan Gunung Lestari 2016 yang digelar di lapangan setempat.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Lumajang menginformasikan, berbagai kegiatan akan dilaksanakan dalam acara tersebut. Diantaranya pertunjukan seni, penghijauan, serta pembukaan jalur pendakian.
Petugas Terbatas, Kebersihan Pantai TPI Tak Terindahkan
Acara tersebut akan dibuka dengan penampilan kesenian serta ritual adat dari masyarakat setempat. Selain kedua menteri, akan hadir pula Gubernur Jawa Timur, H. Soekarwo serta bupati dari 4 kabupaten di wilayah TNBTS, yakni Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, dan Malang.“Acara diawalai dengan ritual adat dan penampilan kesenaian dari masyarakat suku tengger dan dari dareah sana,” ujar Heri saat dihubungi Memo Timur, Rabu (27/4).
Untuk Menteri Pariwisata, kata Heri, kunjungan ke sana sekaligus melakukan peninjauan di TNBTS, terkait rencana pengembangan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pasalnya TNBTS menjadi salah satu dari 10 destinasi unggulan di Indonesia.
Untuk mengelolah wilayah Bromo Tengger Semeru (BTS) ke depan, terang Heri, rencananya Kementerian Pariwisata akan membentuk Badan Otoritas BTS. Badan ini yang akan mengonsep dan memanajemen pembangunan dan pengembangan di sana.
“TNBTS kan yang punya wilayah, sedangkan tugas dari Badan Otoritas BTS untuk mengelolah wilayah tersebut,” terang Heri.
Seperti diberitakan, Kementerian Pariwisata telah menganggarkan 20 triliun untuk pembangunan dan pengembangan wisata di TNBTS. Empat kabupaten yang masuh di wilayah TNBTS ujuga telah diminta bekerjasama dalam rencana ini.
Informasi dari Humas Pemkab Lumajang, saat ini persiapan sudah dilakuakan untuk menyambut kedua menteri diantaranya bersih-bersih di sekitar lokasi. Serta mempersiapkan ritual dan kesenian yang akan ditampilkan di sana.
Bupati menyarankan agar acara dapat dikemas dengan nuansa suku tengger untuk menunjukan suku adat di Lumajang masih kental. Hal itu juga meliputi kuliner yang disajikan di sana, seperi pisang, salak, dan juga makanan olahan. (cw)