Lumajang,
Memo
Pemerintah kabupaten Lumajang, Rabu (6/6), sekitar pukul 07.30
melakukakan kirab 4 piala bergengsi keliling kota Lumajang. 4 piala bergengsi
yang berhasil disabet oleh pemkab Lumajang ialah, Piala Adipura, Piala Wahana
Tata Nugraha (WTN), Piala Adiwiyata Mandiri dan Piala Status Lingkungan Hidup Daerah
(SLDH).
Kirab 4 piala bergengsi itu
dilakukan langsung oleh Bupati Lumajang
Sjahrazad Masdar, Wabup As’at Malik, Kapolres, Jajaran SKPD, Camat se-Kabupaten
Lumajang, ratusan pasukan orange (petugas kebersihan), Club jeep dan motor
Lumajang. Kirap ini dilakukan hingga keliling kota Lumajang.
Adapun rute kirap, mengambil start
di kawasan Wonorejo terpatu (KWT), menuju ke Jalan Soekarno hatta dan mengambil
jalur lurus ke Jalan Ahmad Yani hingga ke Jalan Basuki Rahmad. Setelah itu
rombngan kirab berbelok kearah kiri menuju jalan KH. Ghozali sampai masuk kejalan
MT. Hariono.
Tak sampai disitu saja, kirab
dilanjutkan menuju jalan Kapten Suwandak dan berbelok kekanan menuju jalan
Menak Koncar dan kekiri menuju jalan Panjahitan. Diteruskan menuju jalan Imam
Bonjol dan Slamet Riyadi.
Dari jalan Slamet Riyadi rombongan
berbelok ke Kanan menuju Jalan Cokroaminoto hingga jalan Urip Sumoharjo,
setelah itu baru berbelok lagi kekanan menuju jalan PB. Sudirman tembus jalan S
Parman dan finis di jalan Alun-alun utara atau Pendopo Kabupaten Lumajang.
Tampak saat dilakukan kirab empat
piala bergensi tersebut, antusiasme masyarakat disepanjang jalan yang dilalui
sangat tinggi. Tak henti-hentinya rombongan membalas lambaian tangan masyarakat
yang berdiri berjajar disepanjang jalan.
Menariknya lagi, ratusan siswa SD
yang lokasi sekolahannya berada dipinggir jalan yang dilalui kirab, nampak
keluar ke jalan. Ratusan siswa ini melambaikan bendera yang meraka bawa
masing-masing sambil berteriak-teriak “Hidup Adipura”.
Terlihat begitu dekat jarak bupati
dan wabub pada masyarakat Lumajang, bahkan antusisme dari masyarakat atas
diperolehny 4 piala bergengsi itu, menjadi support tersendiri bagi pihak
terkait untuk terus mempertahankannya di tahun depan.
Rombongan kirab yang tiba di pendopo
Kabupaten, selanjutnya mengikuti acara lanjutan, yaitu saresehan antara Bupati
Wabup beserta seluruh rombongan kirab. Atas prestasi tersebut, Pemkab khusus
memberikan bantuan sembako pada ratusan pasukan orange yang berbeperan serta
dalam pencapaian dua piala bergengsi itu.
Dalam sambutannya ketika saresehan, Bupati
Lumajang Sjahrazad Masdar mengungkapkan kebahagiannya atas diraihnya empat
piala tersebut. Ia mengaku keberhasilan tersebut bukan hanya peran serta
pemerintah Kabupaten tapi juga peran serta masyarakat di Kabupaten Lumajang.
Ia mengajak seluruh masyarakat di
Lumajang untuk mempertahankan piala itu di tahun depan. “Kita pertahankan piala
ini bersama-sama. Mempertahankan itu lebih sulit daripada merebutnya kembali,”
terang Masdar.
Ucapan syukur juga tak
henti-hentinya dipanjatkan oleh Bupati. Menurutnya, dengan diraihnya empat
piala dalam kategori berbeda itu adalah suatu keberhasilan yang luar biasa,
tanpa dukungan masyarakat menurutnya pemerintah tidak akan ada apa-apanya.
Subhan, salah satu Warga Lumajang
mengaku bangga dengan diraihnya empat piala bergengsi tersebut. Menurutnya,
dengan kepemimpinan Sjahrazad Masdar, sudah banyak perubahan yang dilakukannya.
Harapannya sebagai masyarakat kecil,
kedepan Lumajang akan lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya. “Banyak
perubahan yang terjadi di Lumajang, saya acungi dua jempol untuk Pak Masdar dan
Pak As’at,” ungkap lelaki ini sambil tersenyum lebar saat menyaksikan kirab
kemarin pagi.
Diketahui, Piala Adipura pada tahun
2011 pernah lepas dari tangan Pemkab Lumajang, tapi pada tahun ini berhasil
direbut kembali. Jika dilihat
kebelakang, piala Adipura ini adalah yang ke tujuh kalinya direbut oleh Pemkab
Lumajang.
Sedangkan piala Wahana Tata Nugraha
(WTN), adalah piala yang berhasil direbut oleh Lumajang yang ke tujuh kalinya
secara berturut-turut. Diketahui, WTN di berikan oleh presiden RI sebagai piala
tertib lalu lintas dan transportasi terbaik se-Indonesia.
Sementara piala Adiwiyata Mandiri,
berhasil disabet oleh SMAN tempeh, sebagai sekolah yang perduli lingkungan
hidup. Dan piala Status Lingkungan Hidup daerah (SLDH) terbaik dalam kategori
kota atau kabupaten sedang di Indonesia.(ami/hms)
.gif)
