Lumajang,
Memo
![]() |
| Umpak batu yang ditemukan |
Sejumlah aktivis pelestarian cagar
budaya Lumajang menemukan umpak batu yang diperkiraan dasar dari rumah Raja
Lamajang, Prabu Arya Wiraraja atau Minak Koncar di Kawasan Situs Biting. Umpak
batu berwarna coklat dengan ornamen daun bunga masih terlihat meski sudah
tergerus secara alamiah.
"Umpak batu ini memiliki ornamen
yang diperkirakan sebagai dasar rumah pembesar di Kotaraja Lamajang," Kata
Aries Purwantiny, selaku Litbang MPPM Timur pada wartawan, Rabu(18/7).
Dia mengatakan, Umpak ditemukan di
petilasan Arya Wiraraja di pemakaman Umum Warga Dusun Biting Desa Kutorenon
Kecamatan Sukodono. Bahkan, umpak banyak berserakan di petilasan dalam berbagai
bentuk dan ukuran. "Banyaknya umpak di Situs Biting jelas Kotaraja
Lamajang banyak pemukiman baik keluraga raja dan rakyat jelata,"
ungkapnya.
Sejumlah umpak batu yang merupakan dasar
dari tiang rumah kuno berserakan di situs biting. Bahkan pecahan keramik cina
angka tahun abad 12-14 juga sering ditemukan petani. "Kalau tumpukan batu
bata, jelas banyak sekali," terang Aries.
Sejarawan Lumajang, Mansur Hidayat
mengatakan, Kawasan Situs Biting yang memiliki luas 135 hektar sangat banyak
temuan arkelogis dan berserakan. Padahal, temuan disitus biting hanya
diverifikasi tidak dilakukan penyelamatan oleh BP3, ini yang terus
dilakukan pelestarian olehnya. "Kami ingin mencoba melakukan penyelamatan,
tetapi terkendala soal tempat," ungkapnya.
MPPM Timur berharap Kantor Pariwisata,
Seni dan Budaya lebih peduli dalam penyelamatan peninggalan sejarah Lumajang.
Karena ada 16 kecamatan yang ditemukan sisa peninggalan kuno.
Bahkan baru-baru ini, Petinggi MPPM
Timur telah menulis buku sejarah Lumajang yang berjudul “Melacak ketokohan Arya
Wiraraja dan Zaman keemasan Kerajaan Lamajang Tigang Juru”.
Buku setebal 170 halaman ini, hasil
penjualan serta royaltinya akan disumbangkan keseluruhannya untuk pelestarian
peninggalan sejarah Di Lumajang. “Saat ini sudah ratusan buku yang terjual
kepada masyarakat.” Ungkap salah satu anggota MPPM.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Komunitas
Mahasiswa Peduli Lumajang (KMPL). Babun Wahyudi, salah satu pengurus KMPL
mengatakan, pelestarian sejaran Lumajang adalah tanggung jawab seluruh
masyarakat dan pemerintah. “Kita harus sama-sama melestariakan sejarah
Lumajang.” Ungkapnya.(ami)

