Lumajang, Memo_Kalau Madura terkenal dengan tradisi Kerapan Sapi, namun di Lumajang kini tidak mau ketinggalan yaitu perlombaan kerapan kerbau. Yang membedakan antara karapan sapi dengan karapan kerbau adalah arenanya. Jika kerapan sapi menggunakan arena lapangan kering, tetapi untuk kerapan kerbau harus menggunakan arena becek dan berlumpur.
Kredit Mobil Tanpa Survey, Astra Daihatsu Lumajang Hub Melalui: 085204569300
Seperti perlombaan karapan kerbau yang diselenggarakan oleh warga Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono. Pada Minggu (29/11). Sedikitnya, ada 50 pasang peserta yang melibatkan diri dalam lomba itu. Mereka berasal dari desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Lumajang. “Kalau lomba kerapan kerbau ini sifatnya arisan Pak,” terang Safi’i (42), salah satu peserta kepada Memo Timur.
Korupsi Taman Kota, Pidsus Kejari Seret Tersangka Baru
Biasanya, lomba karapan sapi itu dilaksanakan menjelang musim hujan seperti sekarang ini. Hal itu, dilakukan secara bergantian dengan sistim bergilir seperti arisan. Rencananya kata dia, balapan yang sama juga akan dilaksanakan di Desa/Kecamatan Rowokangkung pada Desember minggu pertama. ”Lomba kerapan kerbau ini termasuk tradisi minta hujan,” jelasnya.
Adapun untuk masing-masing peserta kali ini, dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 100 ribu. Adapun hadiah yang disediakan oleh panitia, adalah kambing sesuai dengan kelas A B C sesuai dengan ukuran dan umur kerbau yang dilombakan. Untuk kelas A, juara 1,2,3 masing-masing akan mendapatkan 1 ekor kambing namun ukuran dan harga tidak sama dengan juara 2 dan 3.
Sedangkan untuk kelas B, hanya juara 1 dan 2 yang masing-masing mendapat satu ekor kambing. Sedangkan bagi kelas C, hanya juara 1 saja yang mendapat kambing 1 ekor. Lalu untuk juara 2,3 dan akan mendapat hadia hiburan yang disedikan oleh panitia. “Lomba kerbau seperti ini, sudah menjadi tradisi dan sudah berjalan bertahun-tahun di Lumajang,” pungkasnya. (tri)
