Lumajang, Memo_Tragis yang dialami Ulfi (42), ibu rumah tangga (IRT) asal Dusun Sidosari, Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono. Hendak ke rumah teman dengan mengendarai sepeda motor, tiba-tiba dipepet 2 anak muda yang berboncengan mengendarai sepeda motor. Tanpa basa-basi, satu dari mereka langsung mengayunkan celurit ke arah kepala korban. Akibatnya, korban jatuh tersungkur lalu sepeda motor dan HP-nya dibawa kabur pelaku.
Jumat (22/1) siang, sekitar pukul 11.00 WIB. di Jalan persawahan di Dusun Sembon, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe. Keterngan korban, siang itu ia sedang perjalanan menju rumah temannya dengan mengendarai sepeda motor Honda vario warna silver hitam Nopol N 2068 ZN.
Tiba di jalan sepi pada area kebun tebu, tiba-tiba dipepet oleh anak muda yang berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna hitam tanpa plat nomer. Kemudian, pelaku yang diboncengnya itu mengeluarkan celurit sambil menentang dan mengancam korban untuk berhenti.
“Waktu itu saya sempat ditendang tapi saya gak jatuh,” akunya kepada Memo Timur Sabtu (23/1), siang kemarin. Selanjutnya, pelaku langsung mengejar dan memecok laju kendaraan korban. Pada saat itu, pelaku langsung mengayunkan celurit ke arah kepala korban tetapi sempat ditangkis akhirnya terjadi perebutan celurit.
“Saya berani merebut celurit, soalnya pelakunya masih anak muda dan pawakannya kurus,” terangnya korban lagi. Dengan sekuat tenaga, akhirnya korban mendorong pelaku lalu terjatuh. Melihat pelaku terjatuh, korban berusaha menyelamatkan dompet yang berisikan uang dan surat-surat berharga yang diselipkan di bagasi bawah setir motor.
Ketika korban menunduk itulah, akhirnya pelaku langsung membacok kepala korban bagian belakang sekeras-kerasnya. Seketika itu juga, korban akhirnya merasa pening dan kesakitan lalu roboh. Kesempatan itulah, akhirnya dimanfaatkan oleh pelaku untuk mengambil sepeda motor berikut HP milik korban lalu kabur ke arah selatan.Gila...! Istri Ipar Digoyang Hingga Hamil 9 Bulan
Beruntung, tak lama kemudian ada warga yang melintas lalu menolong korban dan membawanya ke Puskesmas. Menurut keterangan dokter yang menanganinya, kepala korban harus dijahit 3 sap karena lukanya terlalu dalam. ”Kepala saya dijahit tiga sap karena kata dokter lukanya terlalu dalam Mas,” jelasnya.
Setelah mendapat perawatan itulah, korban akhirnya melapor kepada polisi jika dirinya mejadi korban perampasan sambil menujukan bukti STNK sepeda motor yang dibawa kabur pelaku. Pengakuan korban, akibat kejadian itu ia merugi sekitar Rp 10 juta. “Kalau ditotal jumlah kerugian saya sekitar sepuluh jutaan Pak,” ungkapnya kepada petugas. (tri)
