![]() |
| Pengobatan gratis yang digelar Gusdurian Peduli |
Ia menjelelaskan, ada 2 model pengobatan yang disediakan. Di hari pertama menggunakan model medis dengan melibatkan Tim Kesehatan Gusdurian Peduli. Di hari kedua menggunakan metode non medis, yakni jamu herbal.
Pemilihan dua model pengobatan ini sengaja dipilih agar masyarakat punya alternatif pilihan untuk menuju sehat. Karena tidak semua orang suka obat-obatan medis, begitu pun sebaliknya. Dengan cara ini masyarakat punya kemerdekaan untuk menentukan yang terbaik bagi tubuhnya.
“Awalnya masyarakat banyak yang ragu bahwa pengobatan ini benar-benar gratis. Khawatirnya hanya abal-abal, tapi ujung-ujungnya tetap berbayar. Tapi setelah yakin bahwa pengobatan ini benar-benar gratis kemudian mereka berbondong-bondong antre untuk berobat,” kata A’ak.
Banyak warga mengaku senang dengan adanya pengobatan gratis ini, karena banyak yang tidak mampu berobat dan tidak punya BPJS. “Ada beberapa yang punya BPJS tapi datanya berbeda dengan identitas kependudukannya, akibatnya BPJS-nya tidak bisa dipakai,” pungkasnya. (fit)
