Lumajang, Motim - Tim Penggerak PKK di Lumajang bakal dilibatkan dalam pencegahan korupsi di Desa. Utamanya soal pembangunan desa yang menggunakan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Karena nilainya sangat besar.
Selain Tim Penggerak PKK, karang taruna dan lembaga kemasyarakat juga ikut dilibatka. Sebelum menjalankan tugasnya, terlebih dulu mereka diberi edukasi oleh KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat Pelayanan Untuk Kesejahteraan) Jatim, sebuah lembaga yang menjalankan bantuan teknis dari Australia.Kasus Dugaan Pemerkosaan, Penyidik Tetapkan 3 Tersangka“Kita akan berikan edukasi bagi mayarakat khususnya perempuan untuk gerakan anti korupsi di desa,” kata Ketua Kompak Jatim, Nurul Affandi saat sambutan dalam Lokakarya Pencegahan Korupsi dalam Pembangunan Desa di Gedung Panti PKK, Senin (9/10).
Hal ini perlu dilakukan, katanya, karena alokasi dana yang dikucurkan di desa begitu besar. Total keseluruhan mencapai RP 70 triliun. Sedangkan desa juga punya hak besar dalam mengelolah sesuai dengan Undang-Undang Desa.
Di kesempatan yang sama, Bupati Lumajang Drs. H. As’at Malik, M.Ag berharap para perempuan yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK bisa membantu dalam menekan korupsi di desa.
Kenalkan Potensi Lumajang pada Kabupaten Sekitar“Juga bisa jadi inspirator bagi semua. Khususnya untuk mengawal ADD dan DD. Karena di desa juga minim SDM,” katanya. (fit)
