Anggota
Enggan Dijadikan Kambing Hitam
Ratusan
juta uang koperasi guru Yosowilangun (KGY) raib. Raibnya uang koperasi ini
bukan ulah dari maling. Diduga kuat akibat ulah segelintir pengurus yang
sengaja memanipulasi data. Berikut hasil penelusuran wartawan Memo Timur Biro
Lumajang Mujibul Khoir.
Untuk menyelamatkan LPJ, Amijarso
sengaja membuat LPJ palsu. Yang tak lain dengan cara menitipkan keuangan pada
anggota. Seperti halnya modus yang ia lakukan sebelumnya, anggota tak memiliki
hutang malah ditulis telah berhutang dan masuk pada LPJ.
Atau modus yang lain seperti halnya,
anggota memiliki hutang sebanyak 5 juta, dalam LPJ ditulis berhutang Rp 10
juta. Itu dilakukan hingga sampai nilai tanggungan ratusan juta tersebut,
seolah-olah masih berada di tangan anggota. Padahal kenyataannya, itu hanyalah
akal-akalan Amijarso saja.
Walaupun pengurus koperasi tidak
mempersoalkan terkait LPJ palsu dengan menitipkan tanggungan ke orang lain.
Nyatanya tidak sedikit para anggota
mengkomplain hal tersebut. Sayangnya, komplain para anggota ini tidak di
dengar oleh pengurus. “Kita tahu itu, yang penting uang koperasi selamat,” kata
Sajidi.
Padahal persoalan itu akan menjadi
persoalan baru bagi para anggota. Itu ketika tiba-tiba Amijarso dan Lilik
Hidayati di belakang hari enggan bertanggungjawab, hingga persoalan ini
terseret ke jalur hukum.
Salah satu anggota Koperasi yang
namanya enggan disebutkan mengatakan, sebenarnya ia dan beberapa anggota yang
lain ingin mengkomplain persoalan itu. Tapi ia tidak memiliki kekuatan yang
penuh untuk melakukannya.
Menurutnya, tidak usaha
ditutup-tutupi jika mereka berdua memang salah. Contohnya harus memanipulasi
LPJ. Yang dikorbankan ialah anggota sendiri. “Kalau begitu kan sama saja kalau
saya memiliki hutang barang di koperasi,” katanya.
Yang jelas, menurutnya harus ada
pengawasan khusus kepada keduanya agar jangan sampai ingkar janji untuk
mengembalikan keuangan koperasi yang di korupsi. “Kalau tidak diawasi, bisa
saja mereka ingkar. Wong nilainya tidak sedikit,” katanya lagi.
Apalagi, saat ini Amijarso sudah
tidak lagi menjadi penanggungjawab koperasi. Bahkan ia juga telah pensiun dari
tugasnya sebagai seorang guru. Maka, mungkin lebih baik lagi jika kemungkinan
buruk yang akan terjadi dibelakang hari bisa diantispasi saat ini. Atau
istilahnya sedia payung sebelum hujan.
Terpisah, Amijarso mantan
penanggungjawab unit pertokoan KGY ketika di temui media ini dirumahnya sedikit
kaget dengan klarifikasi wartawan. Apalagi, ketika media ini mengeluarkan
copyan data hasil verifikasi. Ia sempat terperanjat beberapa saat.
Walaupun demikian, Amijarso
berkali-kali mengatakan agar ia tidak diambil gambarnya, Tak jelas apa
alasannya, ia ngotot untuk hal yang satu ini. “Tolong saya jangan di foto,”
ujar lelaki yang rambutnya mulai beruban ini.
Sejumlah pertanyaan yang di sodorkan
oleh awak media ini, tidak semuanya di jawab oleh Amijarso. Walaupun demikian,
ia beberapa kali sempat bertanya balik, siapa yang memberikan data-data
tersebut, dengan mimik keheranan.
Apa
pengakuan dari Amijarso dan Lilik terkait kasus yang membelitnya. Yang jelas
itu akan sangat menarik untuk dibaca pada edisi selanjutnya. Sebab, ada
ungkapan yang membuat awak media ini sempat tercengang.(*) (Bersambung)