![]() |
| Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat jumpa pers. (fit) |
Thoriq menjabarkan, dalam kurun satu 1 tahun saja, sudah banyak muncul satu per satu masalah, dan dan secara bergiliran harus diselesaikannya. Misalnya konflik warga dengan sopir truk pasir, jalan khusus tambang, pajak ganda, hingga Pendapatan Aslin Daerah (PAD) dari pasir yang jauh dari harapan.
“Kita menyelesaikan persoalan satu-satu, karena datangnya masalah juga satu-satu,” katanya pada wartawan saat jumpa pers di Gedung Panti PKK, Senin (2/12).
Salahsatu solusi yang menurutnya bisa menjawab masalah itu secara komprehensif adalah akan dibangun Terminal Induk Pasir. Yakni sebuah tempat yang bisa menjadi pusat pengelolaan pasir di Lumajang. Sehingga pasir dari tambang hingga ke luar Lumajang lebih terkontrol.
“Harus diselesaikan dengan komprehensif. Ini cara, ini skema, bagaimana untuk tidak mengulangi permasalahan yang sama,” ujarnya.
Menurutnya, Terminal Induk Pasir ini utamanya akan fokus untuk menata soal niaga dari pasir. “Ini soal diaganya, siapa yang mewakili, adalah pemerintah, yakni Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” ucapnya.
Lanjutnya, untuk konsep secara matang, dirinya masih akan terus membahas dengan bebagai pihak. Khususnya dengan Pemprov Jatim. Agar rencana yang ada ini, benar-benar bisa menjawab permasalahan yang ada. (fit)
