![]() |
| Kebakaran di Semeru |
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, pihaknya juga masih menunggu laporan terbaru dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
“Namun kita sudah mengerahkan personil ke sana untuk melakukan asesmen,” katanya.
Kondisi kebakaran saat ini memang tidak separah sebelumnya. Sehingga jumlah petugas maupun relawan di sana tidak sebanyak dengan sebelumnya. “Untuk personil sudah berkurang,” kata Wawan.
Pihaknya juga terus melakukan pemantauan, jika api berpotensi meluas, tentu penambahan relawan perlu dilakukan. “Nanti kita lihat kalau memang kebakarannya berpotensi meluas ya kita tambahkan lagi relawan Jawa Timur, kita minta turun lagi ke Lumajang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk di Jantur, tempatnya susah dijangkau karena medan yang sulit. “Karena itu medannya sulit, tebing. Sehingga untuk penanganannya sulit juga. Arah angin juga mempengaruhi,” ucapnya.
Sejauh ini, menurutnya kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Semeru terjadi karena faktor alam. Bukan unsur kesengajaan dari manusia. “Yang jelas faktor alam. Semeru itu kan lama tidak terbakar, ini kemarau panjang, jadi humusnya banyak,” kata Wawan. (fit)
