![]() |
| Petugas saat berusaha memadamkan api |
Lanjutnya, memang tidak menutup kemungkinan titip api kembali muncul. "Mangkanya petugas masih ada di sana, terus memantau dan siaga," ujarnya saat ditemui sejumlah wartawan di kantornya.
Wawan menjelaskan, dari informasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), di kawasan Semeru masih rawan kebakaran, karena sudah lama tidak terbakar. Kemudian saat ini banyak lahan humus yang terbakar.
"Di sana kan banyak humus, ketika yang di atas terlihat padam tapi bawahnya dipwrkirakan ada bara api. Kena angin bisa muncul lagi," jelasnya.
Sejauh ini penyebab kebakaran di Semeru disebut karena faktor alam. Bukan karena ulah manusia. Dari laporan terakhir, total luas kebakaran di Semeru mencapai 102 hektare. (fit)
