Lumajang, Memo TImur_Warga Lumajang yang berlangganan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kembali dibuat kecewa dengan pelayanan yang diberikan. Pasalnya, selain air yang masih sering mati, air yang mengalir juga cenderung keruh dan berbau.
Dari laporan warga yang berlangganan air PDAM, bahkan tak jarang hampir seharian air mati. Sehingga warga harus mempunyai alternatif lain untuk memenuhi air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Hampir setiap hari nyala cuma sebentar, biasanya malam. Itu pun volume airnya sangat kecil, " kata seorang pelanggan PDAM di Kecamatan Sukodono pada Memo Timur yang namanya minta tak disebutkan.
Kakek Bau Tanah Cabuli 3 Bocah SD
Hal hampir senada disampaikan pelanggan lainnya. Dia mengaku kecewa dengan pelayanan PDAM, karena pasokan air kerap tersendat dan kualitas air berwarna kekuningan dengan kondisi bau. “Kadang kita terpaksa harus menggunakan air sumur,” terangnya.Sementara Memo Timur yang mencoba mengkonfirmasi ke Kantor PDAM Lumajang di Jl. Basuki Rahmat, kesulitan untuk menemui pihak terkait. Memo Timur yang hendak menemui Direktur atau Pengawas digagalkan pihak keamanan PDAM, dengan alasan masih ada rapat.
Direktur PDAM M. Sholeh akhirnya bisa dikonfirmasi via seluler, ia berdalih jika air PDAM yang mati karena adanya kematian litrik. “Ya memang kalau PLN mati, pompa air PDAM juga mati,” jawabnya via pesan singkat.
Namun Sholeh tak berkelit jika air yang mengalir saat ini agak keruh. Untuk menangani hal ini, pihaknya telah mengupayakan agar kondisinya bisa kembali normal. “Air sudah mulai mengalir memang agak keruh, tetapi tetap kita lakukan pembersihan sampai kondisi normal kembali,” tutup pesan singkatnya. (cw)
