Lumajang, Memo
Panitia pengawas pemilihan umum kecamatan
(Panwascam) kota Lumajang mengaku menerima ratusan laporan pelanggaran yang
dilakukan tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati lumajang. Kini
pelanggaran tersebut siap untuk diteruskan ke Panwaslu Kabupaten.
Diketahui, di kecamatan kota Lumajang,
gambar pasangan calon bupati dan wakil bupati periode 2013-2018, banyak
bertebaran dipinggir-pinggir jalan serta disudut-sudut kota lainnya.
Sayangnya, tata pemasangannya tidak
sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Yaitu radius minimal 50 meter,
gambar-gambar paslon ini tidak boleh dipasangan di dekat lembaga pendidikan,
perkantoran pemerintah dan tempat-tempat ibadah.
Faktanya, saat ini khususnya di kecamatan
kota lumajang, masih banyak banner dan gambar paslon yang bertebaran mendekati
kantor pemerintahan, tempat ibadah dan lembaga-lembaga pendidikan.
Adalagi sejumlah banner dan gambar yang
sengaja dipasangan dengan cara dipaku di pohon. Hal ini jelas-jelas melanggar
aturan bahkan terkesan merusak lingkungan dengan memaku batang-batang pohon
perindang jalan.
Anggota Panwascam Lumajang, Sulaiman
mengatakan, terkait tidak sesuainya pemasangan gambar dan alat peraga tanda
kampanye disembarang tempat dan yang tidak sasuai dengan regulasi peraturan
KPU. Panwascam atau panwaslu sifatnya hanya merekomendasi saja.
Indikasi pelanggaran tersebut akan dibuat
rekomendasi dan selanjutnya diberikan ke KPU. Kemudian KPU selanjutnya
memperingatkan pasangan calon untuk menurunkan tanda gambar atau alat peraga
kampanye lainnya yang dianggap melanggar.
Lebih jauh kata Sulaiman, bisa saja KPU
langsung melakukan penurunan tanpa melakukan koordinasi. Karena itu sudah
diatur dalam regulasi. “Untuk kita sendiri sifatnya ya hanya merekomendasi,”
terangnya lagi.
Kemarin siang kata lelaki yang akrab
dipanggil Leman ini kembali menjelaskan, jika Panwascam Lumajang akan
mengirimkan laporan ke Panwaslu terkait persoalan tersebut. “Kalau dijumlah
lebih dari 100 laporan dugaan pelanggaran,” terangnya.
Sementara itu, tiga komisioner KPU
Lumajang saat hendak dikonfirmasi sedang dalam perjalanan ke Surabaya.
Sedangkan Pudholi Sandra saat dihubungi via telepon selulernya tidak banyak
yang ia katakan menanggapi persoalan tersebut.
“Maaf, mas, suaranya terputus-putus. Kita
saat ini dalam perjalanan ke Surabaya,” kata Pudholi yang mengaku bersama dua
komisioenr serta sekretariat masih dalam perjalanan.(ami)
