MKLPL Salurkan Bantuan untuk Lombok Senilai Rp 71 Juta

Lumajang, Motim - Berbagai komunitas yang tergabung dalam Masyarakat Kota Lumajang Peduli Lombok (MKLPL) telah menyalurkan bantuan untuk korban bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Total bantuan yang telah disalurkan ke lokasi bencana senilai Rp 71 juta.
Aksi sosial oleh Masyarakat Kota Lumajang Peduli Lombok
Aksi sosial oleh Masyarakat Kota Lumajang Peduli Lombok
Alex Kusuma dari Komunitas Semut Peduli yang ikut bergabung dalam aksi MKLPL menyampaikan, bantuan yang terkumpul ini dari hasil penggalangan dana. Waktu penggalangan dilakukan selama seminggu dengan berbagai cara.

“Kegiatan itu diawali dengan ngamen bersedekah. Kita live akustik di beberapa kafe dan rumah makan. Ada juga dari pegiat kopi yang membuka kotak donasi untuk membantu korban bencana di Lombok,” katanya pada Memo Timur, Rabu (29/8).

Bantuan dana yang terkumpul kemudian dibelikan berbagai kebutuhan untuk korban bencana. Dengan melakukan koordinasi para relawan yang ada di sana, dana bantuan diantaranya diwujudkan berupa bahan makanan, pakaian, hingga terpal.

Untuk pendistribusian bantuan dilakukan sendiri oleh MKLPL. Ada 6 orang perwakilan yang telah diberangkatkan ke sana. “Kita koordinasi dengan pihak di sana, Alhamdulillah saat pendistribusian itu kita dikawal oleh pihak keamanan di sana. Sehingga bantuan itu disampaikan dengan selamat,” jelasnya.

Setelah penyaluran bantuan ini selesai, rencananya aksi serupa akan kembali digelar. Karena masih banyak korban di sana yang membutuhkan uluran tangan. Ditambah dengan adanya gempa susulan yang telah terjadi.

“Masih akan kita koordinasikan lagi dengan beberapa komunitas. Arahnya akan melakukan kegiatan yang sama,” ucapnya.

Alex Kusuma menambahkan, dirinya bersama dengan Semut Peduli akan berupaya untuk ikut serta dalam aksi positif yang digelar bersama dengan lintas komunitas lainnya di Lumajang. Karena dirinya sudah beberapa tahun belakangan ini bergerak untuk aksi sosial.

“Awalnya saya melakukan sendiri di 2013. Saat itu memang tujuannya tidak untuk diketahui publik atau dibalik tangan. Namun sejak 2016 banyak yang melihat aktifitas kami dan menjadi vira di medsos. Berangkat dari sana kemudian ada beberpa orang yang ingin melebur menjadi satu dan membentuk sebuah komunitas,” kata anggota Polres Lumajang itu.

Soal penamaan Semut Peduli, dirinya ingin mengambil filosofi dari apa yang sering dilakukan oleh gerombolan semut. Dan kebetulan saat itu, Ia bersama dengan temannya melihat hewan kecil ini bergerombol yang membawa makanan untuk dibawa ke tempat tertentu.

“Filosofi semut itu bergotong royong dan kerjasama saling tolong menolong satu sama lain,” pungkasnya. (fit)