Lumajang, Motim - Ingin mencari modal untuk keberlangsungan masa depannya, seorang pemuda diketahui bernama Sutikno (26), asal Dusun Nyioran, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, nekat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negara Malaysia meski secara ilegal.
Baru 3 bulan berada di negara Malaysia, Sutikno jatuh sakit. Informasinya, dalam kondisi sakit dan tidak berdaya, oleh temannya Sutikno dibuang dan ditelantarkan di halaman kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Negara Malaysia menggunakan sebuah taxi.Dicuri, Sapi Ditemukan di Kandang Orang
Program RTLH, Ada 1.085 Penerima Bantuan dari APBD
Arus Deras, Kondisi Plengsengan Kali Asem Makin Parah
Banyak Panti Asuhan Belum Terdaftar, Bantuan Pemerintah Sulit Masuk
Beruntung Sutikno ditemukan dan ditolong oleh petugas KBRI, lalu diamankan. Karena kondisinya sangat memperihatinkan, oleh petugas KBRI terus dibawa ke Rumah Sakit Penang guna mendapat perawatan medis.
Oleh dokter RS Penang Malaysia, Sutikno divonis mengidap penyakit paru-paru, jantung juga gagal ginjal. “Sutikno dirawat di RS Penang Malaysia sekitar 9 hari. Semua biaya ditanggung oleh KBRI,” tutur Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lumajang, Suharwoko.
Setelah KBRI mengantongi identitas lengkapnya, lalu KBRI berkoordinasi dengan Disnakertrans Kabupaten Lumajang dibantu oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlidungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang berkantor di Jakarta. “Saya juga mengatahui nasib yang menimpa korban ini melalui akun Facebook,” ujarnya.
Bobol Kantor Pos, Uang Suami Karyawan Amblas
LMDH Tak Aktif Bisa Perlambat Program Pemerintah
Berangkat dari informasi itulah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan Jatiroto juga pemerintah Desa Kaliboto Lor hingga bertemu dengan keluarga Sutikno. Kepada keluarganya, pihaknya menyampaikan apabila Sutikno sakit, kini dirawat di RS Penang Malaysia.
“Keluarganya minta pemerintah melalui Disnakertrans Lumajang bisa memulangkan Sutikno,” jelasnya. Atas dasar permintaan keluarga Sutikno, pihaknya langsung berkoordinasi dengan KBRI dengan melibatkan BNP2TKI.
Genap 9 hari dirawat di RS Penang, akhirnya Sutikno diterbangkan oleh KBRI dari RS penang menuju bandara Juanda Surabaya. Setiba di Juanda, Sutikno lalu dibawa menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang menggunakan ambulan BNP2TKI.
“Sutikno tiba di RSUD dr. Haryoto kemarin itu sekitar pukul 15.18 WIB. Yang ngawal dari Juanda hingga ke RSUD ini ya petugas dari Disnakertrans Lumajang juga dari perwakilan keluarganya,” terangnya.
Istri Penjual Bakso Tewas Terlindas Truk
Populerkan Kolesem bersama Barista
Program Indonesia Sehat, Lebih Banyak Puskesmas Dilibatkan
Dinas TPHP Lamongan Belajar Digitasi Lahan LP2B di Lumajang
Karena kondisinya cukup memperihatinkan, Sutikno terus dimasukkan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), terus menjalani pemeriksaan medis yang ditangani oleh dr. Indra Yudi. Beberapa jam setelah mendapat perawatan medis, kondisi Sutikno langsung membaik. “Sekarang Sutikno dirawat di ruang Asoka lantai II,” ungkapnya.
Disinggung bagaimana soal biaya Rumah Sakit selama Sutikno menjalani rawat inap di RSUD dr. Haryoto, dengan tegas Suharwoko menyampaikan semua biaya Rumah Sakit ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Lumajang, sesuai perintah Bupati Lumajang, Drs. As’at Malik, M.Ag.
“Sutikno mengaku sempat bekerja selama 1,5 bulan. Dia mengaku pergi ke Malaysia berdua dengan seorang temanya melalui Batam. Dia mengaku nekat, ingin mencari modal untuk buka usaha di Lumajang,” pungkas Kadisnakertrans Lumajang.(cho)
