Pisang Bertongkol Empat Bawa berkah




Lumajang, Memo
Rumah Rigen Purwanto (40), warga Dusun Krajan, RT 05, RW 02, Desa/Kecamatan Pasrujambe, ramai dikunjungi warga. Baik warga desa setempat maupun Desa tetangga, bahkan  warga  Jember dan probolinggo pun juga ada yang datang.
Kedatangan warga ke rumah Rigen Purwanto, tak lain hanya  untuk melihat pohon  pisang bertongkol dua, tiga bahkan bertongkol empat,  yang rame menjadi omongan dan tontonan  gratis  warga.
Beberapa orang asal Jember dan Probolinggo, juga ada yang membeli bibit pisang tersebut dibuat oleh-oleh ke rumahnya untuk ditanam dan dikembangbiakkan dengan harapan pohon pisang itu bisa berbuah yang sama.  
Menurut Rigen Purwanto kepada Memo, awalnya pohon pisang itu didapat oleh orang tuanya dari lereng semeru saat ia mencari daun tapak siring untuk ramuan obat pencegah asma dan darah tinggi.
Saat ia perjalanan pulang dari dalam hutan lereng semeru, ia melihat pohon pisang ambon bertongkol empat dan buahnya panjang-panjang bagus layaknya buah pisang seperti biasanya.
“Saya melihat pohon pisang bertongkol empat, saya menjadi kepingin. Saya terus mengambil  3 bongkol anak pohon pisang itu dan terus saya bawa pulang. Sampai di rumah,  terus saya tanam di pekarangan belakang rumah rumah,” Ujar Rigen
9 bulan kemudian, 3 pohon pisang tersebut membuat warga sekitar geger. Karena yang dua bertongkol 2, sedang yang satu bertongkol empat. Sejak itulah hingga saat ini sudah tiga tahun lebih rumahnya sering didatangi warga untuk melihat pohon pisang ajaib tersebut.
“Orang asal Probolinggo dan Jember yang setahun kemarin pernah membawa bibit pisang tersebut, seminggu yang lalu telepon saya mas. Katanya pisangnya itu juga bertongkol tiga,” kata Rigen Purwanto
Lebih jauh Rigen Purwanto menceritakan, buah pisang ajaib itu sangat banyak membantu pada kebutuhan dalam rumah tangganya. Terkadang satu pohon pisang ambon saat bertongkol empat seperti yang sudah dibeli pedagang kemarin, laku 400 ribu.
 “Pokoknya pisang ajaib itu sangat membantu dan mengurangi beban dalam rumah tangga mas. Saya bersyukur sekali, mudah-mu
dahan pisang itu terus berkembangbiak menjadi lebih banyak dan bagus-bagus,” pungkas Rigen
Rumah Rigen Purwanto sejak beberapa minggu terakhir ini banyak didatangi warga luar kota, seperti probolinggo, jember, dan baru-baru ini salah satu staf Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi.
“Saya datang jauh-jauh kesini tak ada lain ingin melihat pohon pisang yang selalu bertongkol 2, 3 terkadang bertongkol 4. Saya ingin megembangbiakkan dan melestarikan di Banyuwangi mas, karena buahnya semuanya normal dan bagus-bagus layak buah pisang lainnya. Informasi ini saya dapat dari teman, warga Probolinggo mas,” tutur Angga Sudiro saat berada di rumah Rigen
Junaidi Kades setempat menambahkan, Rumah warganya ini sering didatangi warga  baik warga desa setempat maunpun desa tetangga bahkan dari luar kota, gara-gara pohon pisangnya yang terletak di kebun belakang rumahnya selalu bertongkol 2, 3 terkadang 4 dengan buah normal dan bagus-bagus.
“Pohon pisang milik Rigen Purwanto yang terletak di kebun belakang rumahnya, setahu saya tak pernah bertongkol satu. Rata-rata bertongkol 2, 3 bahkan ada yang bertongkol 4, buahnya normal dan bagus-bagus. Itu yang membuat orang ingin melihat dan memiliknya.” Ungkap Junaidi. (cw7)