Selasa, 11 September 2012

Tawuran antar siswa


Lumajang , Memo
Tiga siswa yang ditangkap petugas
Salah faham antara siswa STM YP 17 Lumajang dengan siswa STM Klakah pada hari sabtu kemarin berbuntut panjang hal ini dkuatkan tawuran babak kedua  antara dua kubu kembali terjadi, namun berkat kesigapan jajaran kepolisian Polres Lumajang ahirnya tawuran antar pelajar kali ini berhasil digagalkan.
Pada peerstiwa tawuran tersebut, berhasil diamankan tiga siswa yaitu, SRT (17), asal Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, FTR (15), asal Dersa tempeh Kidul, Kecam,atan tempeh dan RA (18) ,asal Kelurahan Jogoyudan, Lumajang. Ketiganya adalah siswa STM YP 17 Lumajang.
Menurut RA (18) , tawuran antar siswa ini bermula  dari salah satu temannya bernama AND (17) yang juga  duduk dikelas II, asal Desa Grati, Kecamatan Tekung,  terjadi salah faham dengan salah satu siswa STM Klakah. “ Saya tidak tahu apa penyebab salah paham tersebut>” ujar RA
Lebih jauh RA menjelaskan, salah faham tersebut berbuntut dengan tawuran yang menyebabkan AND terluka di kepala akibat pukulan dari salah satu pelajar STM Klakah dengan menggunakan sebatang kayu.
Melihat korban dipukul, spontanitas semua teman – teman yang berada disebelahnya langsung mengeroyok. Akibatnya siang itu terjadi perkelaian massal antar pelajar yang beda sekolah tersebut.
Beruntung siang itu, jajaran petugas gabungan dari petugas Polres Lumajang dan Polsek Kota segera datang ke tempat tawuran, sehingga perkelaian itu bisa segera diredam.
Beberapa siswa yang sempat mengetahui kedatangan petugas, langsung lari tunggang langgang. Sedangkan pelajar yang sedang melakukan perkelaian lansung ditangkap dan dibawa ke Mapolres Lumajang untuk dilakukan penyidikan.  
Kapolsek Kota, Iptu Totok Suyadi saar dikonfrmasi Memo, menjelaskan jika dirinya menyayangkan perkelaian tersebut dan kecewa dengan sikap kedua kepala Sekolah yang terkesan apreori.
Padahal sebelumnya, Kapolsek sudah sering menyarankan agar pihak sekolah, terutama kepala sekolah untuk melakukan penyelesaian secara musyawarah,”Tapi keduanya selalu beralasan belum ada waktu,” tegas Totok. (cw6/cw7)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar