BREAKING

Latest Posts

Maling Sapi Kangen Istri Malah Masuk Bui

Lumajang Memo
Lumajang, Memo_Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga ke tanah. Itulah nasib maling sapi bernama Mohammad Anang Fadholi alias Anang (32), warga Desa Jatirejo, Kecamatan Kunir, yang sudah masuk pada Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Lumajang. Baru keluar dari tempat persembunyiannya, langsung dibekuk oleh petugas Resmob Polres Lumajang sekira pukul 10.00 Wib di Jalan Jatirejo, Kunir.
Pelaku yang dikenal lihai dan licin ini terus digelandang petugas menuju ke ruang Sat Reskrim Polres Lumajang berikut sebuah sepeda motor GL Max yang dinaikinya. Tersangka masih menjalani proses pemeriksaan dari penyidik Sat Reskrim Polres Lumajang.
Kapolres Lumajang AKBP Aries Sahbudin melalui Kasat Reskrim AKP Heri Sugiono kepada sejumlah media menjelaskan, pelaku bernama Mohammad Anang Fadholi alias Anang ini terlibat aksi pencurian sapi di wilayah Kecamatan kunir pada Bulan Sepetember 2014 yang lalu bersama komplotannya.
Namun, pada saat itu yang berhasil ditangkap oleh jajaran Resmob pelaku bernama Lambang saja. Sedang Sunarip bersama Mohammad Anang Fadholi alias Anang masuk DPO.”Alhamdulillah, Mohammad Anang Fadholi alias Anang berhasil dibekuk. Ya tinggal Sunarip mas, insaalloh dalam waktu dekat juga berhasil kami ringkus dari tempat persembunyiannya,”kata Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP heri Sugiono
Saat diinterograsi penyidik, Mohammad Anang Fadholi alias Anang mengaku kabur keluar kota.”Saya kabur keluar kota dan berpindah-pindah, karena khawatir ditangkap petugas. Merasa aman apalagi rindu sama keluarga, saya nekat pulang. Belum kangen-kangenan sama keluarga, sudah diborgol ini pak,”aku Anang
Kepada penyidik, selain melakukan aksi pencurian sapi bersama komplotannya juga pernah melakukan aksi pencurian sepeda motor sebanyak dua kali. Sepeda motor supra merk Mocin Tempat Kejadian Perkara (TKP) Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro dan sepeda motor Suzuki Bravo TKP Pasar Tempeh.”Saat itu saya bekerja bersama Yanto warga Desa Jatirejo Kunir pak,” terang Anang
Selesai diinterograsi, Mohammad Anang Fadholi alias Anang langsung dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Lumajang guna mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.”Pelaku ini dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan anacaman hukuman paling lama 7 Tahun penjara. Yanto yang disebut-sebut pelaku masih dalam pengejaran Tim Resmob mas,”tegas AKP Heri Sugiono (cho)

Gagal Nyuri Ketangkep Polisi

Lumajang Memo
Lumajang, Memo_Abdul Hamid (20), pemuda lajang asal Dusun Sumbersari, Desa Kunir Lor,bersama M. I Z (17), pemuda tanggung asal Dusun Ledokpati, Desa Kedungmoro, sama-sama dari Kecamatan Kunir ditangkap anggota reskrim Polsek Kunir. Mereka ditangkap, lantaran terbukti telah melakukan percobaan pencurian sepeda motor di rumah Rusdi (46), warga Dusun Sumbersari, Desa Kunir Lor.
Kamis (30/1) malam, sekira pukul 20.30 Wib. Pada tempat dan waktu yang berbeda. Keterangan petugas, penangkapan itu atas dasar laporan dari korban. Sebelumnya pada Rabu (28/1) dini hari sekira pukul 02.30 Wib. keduanya kepergok hendak melakukan  pencurian sepeda motor dengan cara mencungkil pintu belakang dapur rumah korban.
Korban yang saat itu tidur bersama istrinya, terkejut ketika mendengar suara mencurigakan di dapur rumahnya. Pelan-pelan, korban lalu bangun dan mengambil senter dan celurit yang dicentelkan pada dinding tembok kamarnya. Berlahan-lahan, korban lalu berjalan menuju dapur sambil mencari tahu suara klotekan itu.
Setiba di dapur, korban terkejut. Lantaran, pintu dapur sudah dalam kondisi terbuka dan grendelnya rusak. Ketika dicermati, ternyata sepeda motor Honda Supra X 125 warna merah hitam itu sudah bergeser sekitar dua meter dari tempat parkirnya. “Ketika saya cermati, ternyata kunci sepeda motor saya sudah rusak Pak,” aku korban kepada petugas.
Spontan, korban langsung teriak maling sambil keluar dari dalam rumahnya. Pada saat dikejar, pelaku langsung kabur sambil berboncengan sepeda motor dengan temannya yang menunggu di luar kearah utara. Pelaku tidak menyadari, jika pada sat kabur ada sepasang mata yang mengawasi dan mengenalnya.
Dari keterangan salah satu warga yang mengenal pelaku itulah, akhirnya korban melaporkan aksi percobaan pencurian tersebut ke pihak Polsek Kunir. Dari laporan itulah, akhirnya polisi melakukan penangkapan terhadap keduanya. Satu pelaku bernama Abdul Hamid ditangkap di rumahnya dan satu pelaku lagi di salah satu warung kopi di wilayah Kunir Lor.
Selanjutnya, keduanya langsung digelandang ke Mapolsek Kunir guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Semula, keduany mengelak ketika dituduh melakukan aksi percobaab pencurian sepeda motor. Tetapi ketika ditunjukan bukti serta saksi yang ada, akhirnya keduanya  tidak berkutik.
Namun demikian, polisi tidak menahan pelaku yang berinisial MIZ, dengan alasan masih di bawah umur. Sedangkan Abdul Hamid, langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan sambil menunggu proses lanjut.”Karena satu pelaku masih di bawah umur, terpaksa penahannya kami tangguhkan,” jelas petugas.
Pernyataan tersebut, juga dipertegas oleh Kapolsek Kunir M. Jumali kepada Memo jumat (30/1) pagi kemarin. Menurutnya, meski  salah satu pelaku ditangguhkan, namun proses hukum masih tetap lanjut. Kedua pelaku kata Jumali, akan dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian dan pemberatan. “Untuk ancaman hukuman, sekitar lima tahun,” tegasnya. (tri)

Minta Dilepas Alasan Mau Ngopi

Lumajang Memo
Lumajang, Memo_Sejak sepekan terahir ini, Sat Resmob Polres Lumajang panen tersangka Senjata Tajam (Sajam) baik  jenis pisau maupun celurit. Rata-rata tersangka sajam ditangkap petugas dimalam hari di tempat sepi dan gelagatnya mencurigakan.
Kali ini Sat Resmob Polres Lumajang menangkap Haryanto (27), warga Desa Salak, Kecamatan Randuagung, di Jalan Lingkar Timur (JLT) sekira pukul 02.00 Wib. Sajam yang berhasil diamankan  petugas berupa celurit jenis bulu ayam lengkap dengan kerangkanya warna coklat kehitaman.
“Tersangka sajam ini ditangkap di JLT menjelang pagi saat kami bersama tim Resmob Polres Lumajang tengah melakukan patroli,”tutur Kasubag Humas Polres Lumajang AKP Sugiyanto kepada Memo di halaman Mapolres Lumajang
Awalnya, tersangka ini berjalan dari arah utara keselatan dengan mengendarai sepeda motor tanpa plat nopol terpasang. Saat dihentikan, tersangka tidak mau berhenti dan terus tancap gas. Mencurigakan, anggota pun terus mengejar tersangka. Beberapa menit kemudian, anggota  berhasil menghentikannya.
“Petugas dari Sat Resmob memeriksa surat-surat motor, tersangka mengaku ketinggalan di rumahnya. Karena curiga, anggota  menggeledah tersangka dan mendapatkan sebilah celurit dari balik baju yang dikenakannya. Ya langsung diamankan ke Polres ini mas,”ungkapnya
Saat menjalani serangkaian proses pemeriksaan, berkali-kali tersangka mengatakan pada penyidik  jika dirinya bukan pelaku kejahatan. “Saya bukan pelaku kejahatan pak, saya hanya begadang dan hendak mau ngopi di warung langganan. Tolong lepaskan saya pak,”terang tersangka
Karena perbuatan tersangka jelas-jelas melanggar Undang-Undang  Darurat No 12 Tahun 1951 tentang larangan membawa senjata tajam (Sajam), usai menjalani proses pemeriksaan tersangka dijebloskan ke kamar tahanan Mapolres Lumajang.”Tersangka terancam Hukuman penjara maksimal 10 Tahun,”pungkasnya (cho)

Partai Demokrat Siapkan Lima Nama?

Lumajang Memo
Lumajang, Memo_Pasca meninggalnya Ketua DPC Partai Demokrat sekaligus Bupati Lumajang, DR. Sjahrazad Masdar, sudah mencuat kabar jika DPC Partai Demokrat akan melakukan penjaringan terhadap calon wakil Bupati Lumajang. Tetapi, kabar itu dipatahkan oleh Muhamad Sofi, selaku sekretaris DPC Partai Demokrat Lumajang.
Menurutnya, sampai detik DPC Partai Demokrat Kabupaten Lumajang  masih belum melakukan pembahasan tentang bakal calon bupati tersebut. Bahkan secara internal  DPC Partai Demokrat, belum juga membicarakan hal itu. “Sampai detik ini, Partai Demokrat masih wait and see (Menunggu sambil Mengamati-red),”jelas M Sofi kepada Memo Kamis (29/1) siang kemarin.
Karena menurutnya, suasana  saat ini masih berduka dengan meninggalnya DR> Sjahrazad Masdar Yang menjabat Ketua DPC  Partai Demokrat sekaligus Bupati Lumajang. “Rasanya terlalu dini kalau kita membahas tentang hal itu Mas. Pasalnya, belum genap satu minggu Pak Sjahrazad wafat,” ujar Sofi.
Namun demikian kata Sofi, cepat atau lambat hal itu pasti akan dilakukan. Namun kapan pelaksanaanya, ia sendiri masih belum tahu. Pasalnya, segala sesuatunya yang berkaitan dengan partai harus dimusyarawahkan terlebih dahulu. “Kalau di partai, sewgala kebijakan harus dimusyawarhakn terlebih dahulu Mas,” paparnya.
Secara pribadi, ia juga merasa terpukul dan kehilangan dengan meninggalnya orang nomer satu di Lumajang itu. Semasa hidupnya, almarhum dikenal dengan sosok pemimpin yang tegas dan berani mengambil suatu keputusan. “Semoga almarhum diterima disishNya,” Pungkas Sofi.
Namun pernyataan Sofin itu berbeda dengan pernyataan Samsul Huda kepada beberapa awak media. Pasca meninggalnya Bupati Lumajang Sjahrazad Masdar dan semakin dekatnya Wakil Bupati Lumajang dilantik sebagai Bupati Lumajang, maka masalah wakil Bupati kian santer dibicarakan.
Partai Demokrat sebagai salah satu partai pengususng Pasangan Sjahrazad Masdar dan As’at Malik menyatakan bahwa soal siapa wabupnya, semuanya merupakan hak prerogratif Bupati terlantik untuk menunjuknya.
Wakil  Ketua 1 DPC Partai Demokrat Lumajang Drs. Samsoel Huda M.Si kepada media ini mengatakan, pihaknya akan sangat menghormati hak dan kewenangan Bupati terlantik untuk menentukan siapa wabupnya.
”Kita akan menyiapkan tiga sampai lima nama, kemudian Partai akan mengirim kepada Bupati terlantik. Bupati terlantik akan memilih siapapun silahkan ndak masalah. Kita tidak akan melakukan gerakan apapun, karena kita tahu itu semua merupakan hak dari Bupati terlantik,” kata Samoel Huda. (tri)

Bawa Sajam, Pemuda Ledoktempuro Dicokok

Lumajang Memo
Lumajang, Memo_Membawa senjata tajam jenis celurit tanpa dilengkapi surat ijin dari pihak berwenang, Siswanto (30), warga Dusun Persil Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, diringkus petugas Sat Resmob Polres Lumajang yang sedang melakukan patroli di sekitar Jalan Lingkar Timur (JLT) sekitar pukul 01.50 Wib.
Kasat reskrim Polres Lumajang AKP Heri Sugiono ketika dikonfirmasi sejumlah media mengatakan, seperti biasa mulai pukul 22.00 Wib hingga pukul 05.00 Wib jajaran Resmob Polres Lumajang terus melakukan patroli diwilayahnya masing-masing dalam rangka mengantisipasi terjadinya aksi kriminalitas.
Saat itu jajaran Resmob wilayah Lumajang Kota tengah melakukan patroli disekitar JLT dan  melihat tersangka berjalan dengan gelagat mencurigakan. Anggota dilapangan, langsung menghentikannya. Tapi sayang, tersangka berusaha kabur. Melihat tersangka kabur, sejumlah anggota Resmob yang sedang melakuykan patroli langsung mengejarnya.
Alhamdulillah, beberapa menit kemudian tersangka berhasil dibekuk.”Saat digeledah, anggota berhasil mengamankan celurit lengkap dengan kerangkanya dari balik baju tersangka. Ya  saat itu juga tersangka bersama BB langsung dikeler menuju ruang Sat Reskrim Polres Lumajang untuk dinterograsi,”ungkapnya
Saat dinterograsi oleh penyidik, tersangka mengaku perjalanan pulang menuju ke rumahnya.”Saya dari rumah kerabat perjalanan pulang ke rumah. Karena kemalaman, terpaksa saya bawa celurit ini pak,”aku tersangka
Meski tersangka sudah memberikan sejumlah alasan, usai diinterograsi tersangka terus digiring petugas menuju ke kamar tahanan Mapolres Lumajang.”Kami hampir setiap hari telah memberikan sosialisasi tentang larangan membawa sajam, tapi warga masih saja nekat melakukannya. Yang pasti, pemuda warga Ledok Tempuro Randuagung itu, dijerat pasal 2 UU No 12/DRT/1951 dengan ancaman hukuman maksimal 10 Tahun penjara,” pungkas AKP Heri Sugiono Kasat Reskrim Polres Lumajang (cho)
 
Copyright © 2013 MEMO TIMUR BIRO LUMAJANG
Design by FBTemplates | BTT