Jumat, 05 Juli 2013

TK Kandang Bebek Butuh Perhatian




Lumajang, Memo
Sungguh prihatin dan menjadi pikiran apabila melihat kondisi gedung sekolah TK Miftahul Ulum yang terletak di Dusun Benci, Desa Kedawung, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang.

Pasalnya, Gedung sekolah yang berukuran 3 x 7 meter persegi yang terbuat dari bambu dan kayu  meskipun sekarang sudah terlihat bagus dan penuh gambar-gambar yang menarik untuk anak didiknya, teryata itu bekas kandang bebek.
Kepala Sekolah TK Miftahul Ulum Puan Meliana Sari saat di temui Memo mengatakan, awalnya dirinya bersama ke tiga guru lainnya merintis sekolah TK Miftahul Ulum tersebut sejak dari tahun 2010 kemarin dimana proses belajar mengajarnya dua kali pindah tempat.
Pertama proses belajar mengajar berlangsung di sebuah Mushollah milik warga setempat. Karena semakin bertambah banyak warga yang mendaftar untuk menyekolahkan anaknya, terpaksa dirinya bersama ketiga guru lainnya mencari solusi untuk tidak menempati mushollah tersebut.
“Awalnya, saya bersama ketiga guru lainnya ingin mencari kontrakan sebuah rumah untuk tempat belajar mengajar. Selama lembaga pendidikan ini belum mempunyai fasilitas gedung yang tetap, sesuai dengan standar kelayakan,” tuturnya
Pada saat bingung mencari kontrakan rumah kosong, alhamdulillah ada salah satu wali murid menghibahkan sebidang tanah dimana tanah tersebut telah ada sebuah bangunan pondok yang terbuat dari kayu dan bambu yang katanya bekas kandang bebek.
“Saya bersama para guru yang lain langsung menerima pemberian tanah tersebut juga di saksikan oleh para wali murid. Akte hibahnya masih dalam proses di kantor Desa Kedawung,” Tutur Puan
Lebih jauh Puan menjelaskan, dirinya sudah mengajukan proposal perihal permohonan bantuan untuk pembangunan gedung  TK Miftahul Ulum beberapa waktu yang lalu kepada pemerintah melalui propgram PNPM. Karena izin sekolah ini masih dalam proses, terpaksa di tunda hingga semua persyaratan terpenuhi.
“Jika izin sekolah ini sudah keluar, saya yakin awal 2014 mendatang  PNPM akan mencairkan. Karena PNPM hanya menunggu kelengkapan persyaratan itu saja mas,” kata puan lagi
Sejak tahun 2010 hingga 2013 ini, Miftahul Ulum sudah meluluskan puluhan siswa berprestasi. Siswa dan siswi tersebut bukan hanya bersal dari warga Kedawung saja, tetapi juga berasal dari Desa lain seperti Desa Padang dan Gucialit.
“Saya bersama para guru yang lain terus berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak didik saya sehingga menghasilkan murid berprestasi,” pungkas Puan
Sementara itu Abdul Manan salah satu warga yang menghibahkan sebagian tanahnya untuK TK Miftahul Ulum kepada Memo mengatakan, dirinya bersama keluarganya  menghibahkan sebagian tanahnya untuk kepentingan pendidikan bukan karena ada kepentingan di belakang hari.
“Saya bersama keluarga ikhlas menghibahkan tanah tersebut, karena prihatin melihat TK itu selalu berpindah-pindah tempat. Melihat itu saya merasa terpanggil, apalagi tanah tersebut kosong mas.” Ungkap Abdul Manan
Ketua Komisi D DPRD Lumajang Bukasan menambahkan, pihaknya berterima kasih pada para perintis sekolah TK Miftahul Ulum serta pada Abdul Manan yang menghibahkan tanah untuk sekolah itu. 
“Saya menyarankan agar semua perizinannya segera di lengkapi, jika sudah rampung kita akan membantu untuk mencarikan donatur untuk pembangunan sekolat tersebut.” Ungkap Bukasan.(cw7)

Dipentungi, Dikepruk Botol, Disiram Bensin



Maling Motor Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Lumajang, Memo
Naas, dialami Zaki (22), pemuda asal Dusun Jatian, Desa/Kecamatan Randuagung, kondisinya babak belur usai dihakimi massa. Ia kepergok saat akan membawa kabur sepeda motor Honda Supra X 125 warna hitam merah Nopol  N 8873 NS hasil curiannya. Akibat kejadian itu, pelaku dilarikan ke Puskesmas Kunir karena mengalami luka cukup parah disekujur tubuhnya.

Pencurian itu terjadi pada Kamis (4/7) siang, sekitar pukul 11.30 Wib, di lokalisasi Bebe’an Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir. Informasi dilapangan mengatakan, sebelumnya pelaku berjumlah 4 orang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X warna hitam dan Vega warna hitam biru.
Sebelum beraksi, keempat pelaku berhenti dan berdiskusi di pinggir jalan. Selanjutnya, mereka bergerak dengan tugas masing-masing. Dua orang bertugas mengawasi kondisi disekitaran lokasi dan dua orang lagi berjalan menuju kendaraan sepeda motor yang akan diambilnya.
Ketika berhasil mengambil sepeda motor yang diparkir diteras depan rumah, salah satu pelaku kemudian menuntunnya keluar pagar. Sesampai diluar pagar, pelaku hendak mengendarai sepeda motor curiannya itu dengan menghidupkan mesinnya.
Tetapi naas, begitu mesin sepeda motor curian itu dihidupkan, keburu didengar oleh pemiliknya yang sedang berada di dalam rumah. Tak pelak, korbanpun keluar rumah sambil mengejar dan meneriaki pelaku. “Saat melihat sepedanya dibawa orang, korban langsung mengejarnya,” terang warga.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban, langsung berdatangan dan ikut melakukan pengejaran terhadap pelaku yang mengendarai sepeda motor curiannya itu kearah timur. “Pelaku tidak sadar, jika jalan yang dilalui itu adalah jalan sempit dan buntu,” terangnya lagi.
Karena grogi mendapat pengejaran dari warga, pelaku akhirnya jatuh terjungkal diparit yang ada di pinggir jalan tersebut. Mengetahui pelaku jatuh, warga langsung menyergap pelaku dan menghakiminya hingga babak belur.
Bahkan, salah satu warga yang membawa pentungan kayu langsung menghajarnya habis-habisan hingga kepala pelaku bocor dan berdarah-darah. Tak puas dengan itu saja, salah satu warga ada yang membawa botol berisikan bensin lalu menyiramnya ke tubuh pelaku.
Beruntung ketika warga akan menyulut korek api ke tubuh pelaku, Kepala Dusun (Kasun) dari Desa Kabuaran segera tiba dilokasi. Sambil mengamankan tubuh pelaku dari kerumunan warga, kasun itu langsung membawanya ke Kantor Balai Desa Kabuaran sambil melucuti baju pelaku yang sudah disiram bensin.
Hal itu juga dibenarkan oleh Bambang Harianto (51), Kaur Pemerintahan Desa Kabuaran. Bambang menambahkan, saat itu baju pelaku tidak segera dilepas, karena khawatir warga yang sudah emosi itu akan membakarnya hidup-hidup.
Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Kunir yang telah dihubungi itu tiba kantor Balai Desa Kabuaran. Selanjutnya, pelaku langsung digelandang ke mobil patroli untuk dibawa ke Puskesmas Kunir. “Saat itu pelaku sudah tidak berdaya dan hanya menahan rasa sakit karena pukulan dari warga,” ungkap Bambang. 
Selama menjalani perawatan di Puskesmas Kunir, pelaku dijaga ketat oleh personil gabungan dari Polsek Kunir dan anggota Polres Lumajang. Usai menjalani perawatan, pelaku langsung digelandang ke mobil, untuk diamankan di Mapolres Lumajang. “Untuk sementara pelaku masih kami amankan di Polres,” Tegas Kasat Reskrim AKP Kusmindar mendampingi Kapolres Lumajang AKBP Singgamata, yang saat itu terjun ke lapangan.(cw6)